Perusahaan pergadaian swasta PT Indonesia Gadai Oke mencatatkan kinerja positif terkait transaksi gadai.

Direktur PT Indonesia Gadai Oke Danioko Sastra Sembiring mengatakan transaksi gadai perusahaan per November 2024 mencapai Rp 42,99 miliar. 

"Transaksi gadai perusahaan tumbuh sebesar 2,04%, jika dibandingkan pencapaian per November 2023 yang sebesar Rp 42,13 miliar," ucapnya kepada Kontan, Kamis (26/12).

Danioko menyebut kenaikan transaksi gadai salah satunya dipicu adanya penambahan jaringan kantor.

Dia bilang penambahan jaringan kantor itu untuk memudahkan nasabah sekitar bertransaksi. Dengan demikian, upaya itu ikut mengerek nilai transaksi gadai perusahaan.

Lebih lanjut, Danioko menargetkan transaksi gadai pada tahun ini bisa mencapai Rp 50 miliar. Adapun target transaksi gadai perusahaan tahun depan naik sebesar 20% atau senilai Rp 60 miliar. 

"Untuk mencapai target tahun depan, perusahaan akan memaksimalkan manajemen perusahaan dalam memberikan pelayanan kepada nasabah," ujarnya.

Sementara itu, Danioko tak memungkiri akan ada tantangan yang dihadapi perusahaan gadai swasta pada tahun depan.

Dia menerangkan salah satunya, yaitu persaingan pasar dengan perusahaan fintech peer to peer lending akan makin besar. Sebab, fintech lending memberikan pinjaman tanpa agunan.