Bitcoin menghadapi arus keluar bersih lebih dari USD 1,5 miliar atau setara Rp 24,2 triliun (asumsi kurs Rp 16.196 per dolar AS) selama empat hari terakhir. Arus keluar ini terjadi di tengah minat institusional terhadap mata uang kripto tetap kuat.

Dilansir dari Yahoo Finance, Jumat (27/12/2024), pergeseran arus dana ini terjadi kala harga bitcoin saat ini diperdagangkan sekitar USD 96.000, menandai penurunan 11 persen dari titik tertinggi sepanjang masa di USD 108.268 yang ditetapkan awal bulan ini, menurut data dari CoinMarketCap.

Bagi investor, arus keluar ini menandakan kehati-hatian saat bitcoin membukukan penurunan mingguan pertamanya sejak kemenangan pemilihan Trump, sementara pesan terbaru Federal Reserve tentang inflasi dan suku bunga telah membentuk kembali ekspektasi pasar.