BERITA SETIAP HARI. PT Mandiri Utama Finance (MUF) menargetkan penyaluran pembiayaan Rp 25 triliun di tahun 2025. Target tersebut meningkat dari target tahun ini yang senilai Rp 22 triliun.
Direktur Utama MUF Stanley Setia mengatakan, pihaknya juga telah menyusun strategi untuk tahun depan. Salah satunya, memaksimalkan pertumbuhan pembiayaan melalui captive market dengan nasabah referral di sejumlah bank.
"Kami maksimalkan pertumbuhan pembiayaan melalui captive market yaitu nasabah referral Bank Mandiri, Bank BSI, dan perbankan lainnya," kata Stanley, Senin (18/11).
MUF juga akan memperluas penetrasi pembiayaan reguler melalui dealer, showroom, mitra, dan direct. Harapannya, perluasan penetrasi pembiayaan tersebut bisa mendorong kinerja penyaluran pembiayaan MUF di tahun 2025.
Adapun penyaluran pembiayaan MUF per Oktober 2024 tercatat senilai Rp 17,6 triliun, tumbuh 6,1% secara year on year (YoY). Capain ini sudah mencakup 80% dari target total target penyaluran pembiayaan MUF tahun ini.
Mengenai rencana kenaikan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) dari 11% menjadi 12% pada awal 2025 mendatang, Stanley bilang bisa mempengaruhi daya beli masyarakat, terutama dalam jangka pendek.
Namun, ia memahami kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat basis peneriman negara dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
MUF sendiri menyiapkan sejumlah produk pembiayaan yang diharapkan dapat mengantisipasi atas risiko yang akan terjadi di tahun depan.
"Mulai dari produk pembiayan mobil baru, mobil bekas, serta multiguna, MUF optimistis permintaan terhadap pembiayaan akan tetap tumbuh yang didukung oleh tren pemulihan ekonomi dan kebutuhan mobilitas," ujar Stanley.
MUF juga akan terus memperkuat efisiensi operasional, menawarkan program promosi emnarik, serta mengedepan inovasi digital dalam penyediaan layanan perusahaan.
0 Komentar